Berita

ICMI Harus Gelorakan Semangat IPTEK dan Imtaq di Kampus

BHP UMY – Oktober 21, 2016

Ketua umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Prof. Dr. Jimly Assiddiqie, menegaskan bahwa Sebagai Ujung Tombak ICMI, Orsat (Organisasi satuan) ICMI yang ada di kampus wajib menggelorakan semangat IPTEK-IMTAQ (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi – Iman dan Taqwa). Adapun kegiatan yang bisa dilakukan Orsat ICMI untuk menggelorakan semangat IPETK-IMTAQ di kampus tersebut bisa berupa “Circle Qur’an and Sains” yaitu pengajian yang mengkaji sains dengan Al-Qur’an.

“Rasionalitas masyarakat harus dibangun. Dan itu kami mulai dari kampus-kampus sebagai tempatnya para cendekiawan. Maka idealnya orsat ICMI ada di kampus. Kegiatan yang dilakukan mengintegrasikan IPTEK dan IMTAQ yaitu dengan kajian Sains dan Al-Qur’an yang disebut “Circle Qur’an and Sains. Agenda Islamisasi Sains Teknologi perlu dibudayakan,”tegasnya.

Hal ini diungkapkannya dalam acara Pelantikan Pengurus ICMI Wilayah DIY di Convention Hall Asri Medical Centre, Kamis (20/10) malam, seusai melantik pengurus baru ICMI DIY periode 2016 – 2021. Dalam sambutannya, Jimly juga mengingatkan bahaya pengajian yang bersifat brainwash di kampus-kampus.” Pengajian-pengajian brainwash bermacam-macam bentuknya dan hal ini tidak main-main. Jangan sampai kita kemasukan aliran-aliran yang tidak jelas seperti ini. Pasalnya tidak hanya kalangan bawah saja yang terseret, tapi juga kalangan cendekiawan yang bergelar resmi pun ikut terseret. Mudah-mudahan dengan hadirnya ICMI ini dapat membantu membangun kesadaran masyarakat akan rasionalitas,”ungkapnya.

Jimly juga mengingatkan agar para anggota ICMI bisa pandai mengombinasikan ide dan aksinya. “ICMI harus pandai berkiprah, ICMI harus memainkan peran sebagai cendekiawan sejati yang menkombinasikan ide dan aksi. Cendekiawan dalam pandangan ICMI, bukan hanya yang mempunyai kualitas secara formal, namun juga mempunyai kepedulian dan mampu beraksi. Tidak terjebak oleh pengertian ilmuwan secara konvensional yang menitikberatkan wacana tanpa adanya pergerakan,”ujarnya lagi.

Sementara Herry Zudianto ketua umum ICMI DIY periode 2016-2021 dalam sambutannya menyerukan untuk masyarakat DIY agar siap dalam menghadapi tantangan global. “Dalam era globalisasi sekarang ini, DIY mendapat tantangan eksternal yaitu kompetisi antar daerah untuk menjadi yang terbaik. Secara internal, kita juga mendapat tantangan dalam mempertahankan keistimewaan kita. Maka dari itu, kita juga harus benar-benar menunjukkan keistimewaan kita. Seperti arah Jogja Renaissance atau pencerahan yakni pendidikan, pariwisata, teknologi, ekonomi, energi, pangan, kesehatan, keterlindungan warga, tata ruang, dan lingkungan,”ungkapnya.

Oleh karena itu, Herry menilai ICMI memiliki peran penting dalam merespons Jogja Renaisaance. “Dalam pandangan ICMI, Cendekiawan merupakan orang yang menggunakan kecerdasannya untuk bekerja, belajar, membayangkan, mengagas, atau menyoal dan menjawab persoalan tentang berbagai gagasan. Dalam merespons Jogja Renaissance, ICMI memilki peran penting sebagai wadah untuk ide-ide yang datang. ICMI sadar untuk meraihnya butuh kerja keras dan bantuan seluruh kalangan masyarakat. Untuk itu, ICMI akan bersifat terbuka untuk menerima masukan atau ide-ide yang membangun untuk Yogyakarta lebih baik. Melalui ICMI kami harap mampu membangun Keistimewaan Jogja,”ujar mantan Walikota Yogyakarta tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *