Berita

ICMI Usul Yogyakarta Destinasi Pendidikan Tinggi

Liputan 1 – 22 Maret 20170220

ICMI Usul Yogyakarta Destinasi Pendidikan Tinggi
Liputan1.com-ICMI Usul Yogyakarta Destinasi Pendidikan Tinggi

Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Orwil DIY menggagas hal menarik guna menyambut selesainya Bandara Yogya yang baru di Kulonprogo. Usulan tersebut adalah Jogja sebagai destinasi pendidikan tinggi.

Saat bandara baru selesai dibangun destinasi pariwisata Jogja semakin berkembang apalagi ada penerbangan internasional makin meningkat. “Sehari bisa ribuan turis masuk jogja. Memanfaatkan peluang ini saya usul menjadikan Jogja sebagai Destinasi Pendidikan Tinggi,” ujar Ketua Harian ICMI Orwil DIY, Prof Dr Bambang Cipto, Senin (20/3).

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tersebut lantas menguraikan idenya. Ada dua jenis Destinasi Pendidikan, pertama dengan mendirikan branch kampus dari Barat. Hal ini dilakukan di Dubai, Johor (Malaysia), Singapura dan Seoul (Korea Selatan). Model ini lebih mahal dan kompleks.

“Dubai mempunyai belasan universitas asing demikian juga Singapura. Malaysia punya empat universitas asing. Seoul punya tiga atau empat universitas asing. Untuk hal ini perlu peraturan menteri (Permen) serta luas lahan minimal 300 hektare,” kata Bambang Cipto.

Kedua, lanjut Bambang, model Belanda. Model ini lebih hemat, caranya dengan memperbanyak program internasional. Saat ini Belanda mempunyai 1.600 program atau kelas internasional. “Destinasi Pendidikan Tinggi adalah kombinasi Education and Business,” ujarnya.

Menurut Bambang, model yang pertama itu lebih dikenal sebagai EduCity. Di Johor namanya EduCity Iskandar. Di Dubai DIAC Dubai International Academic City. Bambang menegaskan, destinasi pendidikan tinggi ini bisa memperpanjang length of stay orang asing. “Bisa empat tahun nggak cuma tiga empat hari,” katanya.

Jogja tidak akan kesulitan melaksanakan ide ini. Jogja sudah punya modal. Universitas Islam Indonesia (UII) punya tiga kelas internasional ekonomi, hukum dan teknik industri. UGM punya Ekonomi dan Hubungan Internasional. UMY punya empat kelas internasional yakni Hubungan Internasional, Hukum, Ekonomi dan Pemerintahan.

Ide Bambang ini secara serius ditindaklanjuti oleh ICMI DIY. “Masih ada waktu empat tahunan sebelum ada pesawat jumbo jet dengan penumpang 400 orang sehari tiga kali mendarat di Kulon Progo,” ujar Bambang.

Sejumlah masukan datang dari koleganya di ICMI DIY. Mereka sepakat untuk mewujudkan ide ini. Ada yang mengusulkan strategi summer schooldan short visit untuk mengikuti topik-topik unggulan studi. Contohnya tentang disaster management.

Dalam topik ini, banyak researcher, scholar dan student yang ingin belajar ke Jogja. karena di Indonesia khusus di Jogja, ada laboratorium alami yang tidak ada di tempat lain.

Menpar Arief Yahya antusias dengan gagasan “Wisata Pendidikan” ini. Dia mencontohkan kota-kota seperti Perth, Sydney, Melbourne, Canberra, banyak kota di Inggris, USA, Jerman yang maju di pendidikan dan banyak pelajar dan mahasiswa asing yang tinggal di sana.

Pertama, makin banyak wisman masuk dengan masa tinggal lama. Keluarga, sanak saudara, dan teman-teman dari negara yang bersangkutan juga berpotensi akan berkunjung ke tanah air. Kedua, wisata MICE seperti international conference yang diinisiasi dari perguruan tinggi juga makin sering. Perguruan Tinggi menjadi subjek conference untuk mengembangkan keilmuannya.

Ketiga, karena mahasiswa itu doyang media sosial, mereka juga bisa mempromosikan destinasi Indonesia di komunitasnya. Selama berada di tanah air, secara otomatis, mereka akan mengeksplor keunggulan destinasi di tanah air. “Destinasi kita akan semakin populer, karena yang meng-upload juga orang-orang asing yang sedang belajar di Indonesia,” kata Arief Yahya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *