Bambang Cipto Pembangunan

PEMUDA DAN PEMBANGUNAN KOTA

Oleh: Bambang Cipto (Ketua Harian ICMI Orwil DI. Yogyakarta)

Saat-saat pelajar masuk sekolah, jam makan siang, dan jam pulang kantor adalah saat yang mulai melelahkan pagi pengendara di kota Jogja yang semakin padat. Apalagi akhir pekan dan lebih parah lagi hari libur nasional kondisi lalu lintas kota benar-benar semrawut karena macet dibanyak titik. Dalam lima tahun kedepan bukan tidak mungkin akan semakin parah. Walaupun banyak yang tidak peduli namun banyak juga yang mengeluh. Kondisi ini semakin lama akan semakin tidak sehat dan menunjukan keengganan kita untuk melakukan perubahan karena takut terhadap perubahan itu sendiri.

Kesemrawutan lalu lintas dalam waktu yang tidak terlalu lama akan semakin parah karena beberapa hal. Pertama, kelangkaan pekerjaan di pedesaan Jogja maupun kawasan luar Jogja diprediksi akan menurunkan penduduk pedesaan. Keadaan ini akan mendorong peningkatan kepadatan penduduk kota. Dengan sendirinya akan semakin meningkat pula lalu lintas di kota Jogja. Kedua, peningkatan jumlah kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, tiap tahun berdasarkan berita mutakhir terus meningkat. Pengguna utama jalan ini dipastikan akan terus menambah persoalan. Ketiga, jika New Yogyakarta Internasional Airport dibuka dengan sendirinya akan menambah beban lalu lintas kota karena semakin banyak penerbangan yang memasuki Jogja yang sudah tentu memerluan peningkatan jumlah kendaraan yang memasuki kota Jogja. Keempat, peningkatan jumlah hotel baru pun akan mendorong semakin banyak tamu.

Secara umum lalu lintas kota Jogja pasti akan mengalami kepadatan yang menciptakan kesemrawutan. Apakah pemerintah sudah siap dengan perubahan keadaan lima tahun mendatang? Kalau melihat kecenderungan semakin semrawutnya lalu lintas sepertinya belum terlalu siap. Persoalan lalu lintas memang persoalan publik yang di Indonesia merupakan persoalan pemerintah daerah. Merekalah yang memiliki tanggung jawab menemukan solusi atas persoalan-persoalan yang timbul dari perubahan lalu lintas di Jogja. Akan tetapi tampaknya perkembangan keadaan di lapangan jauh lebih cepat dari perkembangan upaya menangani persoalan yang sedang berlangsung.

Keadaan ini memerlukan penanganan yang lebih cerdas, lebih cepat dan lebih tepat. Didalam masyarakat kita saat ini telah tumbuh generasi muda atau generasi milenia yang dalam sekala global memiliki kelebihan dibanding generasi sebelumnya yang saat ini menduduki posisi pengambil keputusan di pemerintahan. Generasi ini hidup dalam dunia teknologi komputer. Mereka sangat akrab dengan dunia internet yang nyaris sulit diabaikan. Pergaulan mereka dengan dunia IT membuat mereka relatif independen dalam berpikir, menyukai perubahan, dan cenderung memikirkan masa depan. Mereka mampu bekerja efisien dan berpikir inovatif. Banyak dari kalangan mereka yang mampu menciptakan pekerjaan yang tidak jarang berskala internasional tanpa kita sadari. Mereka inilah sebenarnya yang berpotensi besar diajak sebagai rekanan pemerintah untuk memikirkan persoalan lalu lintas dan persoalan pembangunan kota yang berkaitan. Mereka tentu memiliki gagasan-gagasan segar dan inspiratif dalam menangani persoalan perkotaan.

Sudah saatnya masyarakat dan pemerintahan di Jogja untuk mengajak mereka berpikir bersama dalam melihat persoalan dan mencari solusi atas persoalan di kota kita. Kelak semakin banyak mereka terlibat akan semakin besar peluang Jogja menjadi kota yang cerdas, sehat, dan menarik bagi penghuninya.***

 

Sumber Ilustrasi Foto:http://cdn2.tstatic.net/jogja/foto/bank/images/tugu-pal-yogya-acara-insta.jpg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *