Berita

Orbit ternyata Masih “Mengorbit”





Generasi zaman old, sangat akrab dengan Orbit. Yakni organisasi yang berada di bawah Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI). Bergerak di bidang pendidikan, Orbit berkiprah membantu tunas bangsa yang cerdas pikir namun fakir. Membantu anak-anak sekolah yang ekonominya susah.

Di tengah berbagai model beasiswa yang kemudian muncul dari CSR (corporate social responsibility) berbagai perusahaan, Orbit pun seakan tenggelam. Tak ada kabarnya. Matikah? Masih beredarkah? Masih mengorbitkah?

“Alhamdulillah. untuk tahun 2018 ini penerima beasiswa Orbit meningkat dari tahun lalu. Tahun 2017 ada 40 anak, tahun 2018 ini ada 47 anak,” jelas Ketua Harian Orbit Jogja Nunik Yuniati di depan pertemuan Pengurus ICMI Orwil DIY, Selasa (27/2).

Hadir dalam pertemuan di Blue Safir Hotel sebanyak 30-an pengurus. Mulai dari Dewan Penasehat (Doddy Yudhista selaku tuan rumah, Chairil Anwar), Ketua Umum ICMI Orwil DIY Herry Zudianto, Ketua Harian Bambang Cipto, Bendahara Lies Pamela, Ketua Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Achmad Charis Zubair, Ketua Departemen Komunikasi Media dan Informasi Wahyudi, hingga pengurus organisasi otonom seperti Orbit (Aliyah R Baswedan) dan Alisa Khadijah (Tuti Agustiningsih, Hekso Wahyuning Suryo).

“Laporan” Pengurus Orbit Jogja itu mengabarkan bahwa Orbit masih mengorbit. Dari tahun ke tahun masih menebar manfaat. Untuk tahun 2018 ini dari 47 penerima beasiswa Orbit, sebanyak 13 orang berstatus pelajar SMU dan 34 orang mahasiswa.

Selain memberikan beasiswa, Orbit juga telah melakukan kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi swasta (PTS). Kerjasama dalam bentuk pemberian prioritas beasiswa bagi penerima Orbit yang memenuhi syarat saat mereka menjadi mahasiswa.

“Kabar” mengenai masih beredarnya Orbit juga disampaikan oleh “penjaga gawang” Orbit sejak awal yakni Aliyah Rasyid Baswedan. Ibunda Anies Baswedan ini merupakan sosok yang selama ini berkhidmat menyalurkan beasiswa lewat Orbit dalam suka dan dukanya.

Di Jogja Orbit selalu “bersinggungan” dengan Rektorat UGM. Ketua Orbit selalu dijabat oleh isteri Rektor UGM. “Mulai dari Bu Kanto (Soekanto Reksojadiprodjo), Bu Amal (Ichlasul Amal), dan seterusnya. Pernah pula dijabat Bu Bambang Soedibyo (Mendiknas),” cerita Aliyah.

“Dan alhamdulillah, anak-anak yang dulu dibantu ORBIT sudah banyak yang jadi orang. Yang di Sorong, Papua ada yang menjadi dokter, yang lain ada yang menjadi anggota Dewan dan seterusnya…,” ungkap Aliyah penuh syukur.

Ia berharap Orbit terus bergulir dan memberi manfaat. Berharap pula semakin banyak pihak yang mendukung program ini.

Orbit kependekan dari Orangtua Bimbing Terpadu. Selama ini selalu mencari “kesesuaian” antara jumlah orang tua bimbing dengan jumlah penerima beasiswa. “Itu yang terus kami upayakan. Dan rupanya cukup sulit untuk meningkatkan jumlahnya. Sehingga sampai saat ini tidak ada kenaikan yang signifikan,” sambung Awi E Satriawan, pengurus Orbit yang membidangi soal itu. (Erwan Widyarto)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *