Berita

Jejak Orbit DIY di Papua




Konflik Ambon ketika itu masih membara. Sebagian warga terpaksa melajukan diaspora. Membuat seorang warga Indonesia Timur hijrah ke Yogya. Namanya Syafrudin Sabonama. Sering disingkat Udin. Mula-mula, setiba di Yogya, ia tinggal kantor PII Yogyakarta, Jl. Mangkuyudan.

Dalam sebuah galau perjalanan, Udin mampir sholat di Masjid Al Ittihad, Karangwuni, Catur Tunggal, Depok Leman Yogyakarta. Kondisinya lusuh. Nasibnya terkatung-katung. Serba tak menentu. Di Al Ittihad, Udin ketemu Rasyid Baswedan. Laki-laki sepuh ini kemudian membawa Udin ke tempat tinggalnya. Tak jauh dari kompleks Masjid Al Ittihad.

Ketika itu, Ibu Aliyah Rasyid masih mengelola beasiswa Orbit yang disubsidi dari Jakarta. Nilainya cukup untuk dialokasikan dalam aneka keperluan. Kedatangan Udin ke rumah segera teratasi persoalannya. Dengan bantuan Orbit, Udin bisa tinggal di Yogya, sambil menempuh pendidikan di fakultas hukum hingga selesai.

Udin kemudian kembali ke Sorong. Mencoba segala upaya untuk memajukan tanah kelahirannya. Hingga suatu saat, ia menjejakkan kaki ke Jakarta. Menggalang bantuan beberapa pihak. Termasuk di antaranya, mendapat dukungan dari Anis Baswedan yang sedang menjabat Rektor Universitas Paramadina.

Udin terus menggalang dukungan untuk mengembangkan Sorong, Papua. Lagi-lagi, tambahan bantuan mengalir dari Yogya. Bahkan bantuan dari Luar Negeri pun datang. Lobby bahkan dilakukan sampai ke tingkat Jokowi. Semua digalang dan dikembangkan untuk memajukan Sorong. Mulai dari infrastruktur pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Tidak heran ketika tahun 2014 mengikuti pilihan legislatif, Udin terpilih sebagai salah satu anggota DPRD Papua, mewakili warga Sorong dan sekitarnya

Sebagai bentuk terima kasih atas dukungan Orbit Yogya dalam memberi warna perjalanan hidupnya, tahun 2016 Udin pun mendirikan Islamic Centre di Sorong. Batu pertama fondasi bangunan berasal dari Gaza, batu yang masih bersimbah darah segar pejuang Palestina. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Aliyah Rasyid Baswedan yang ketika itu baru saja selesai menjalani operasi lutut.

Nama kompleks Islamic Centre ini adalah: Aliyah Rasyid Baswedan. Bersamaan dengan peletakan batu pertama, maka Udin juga menyelenggarakan anugerah Aliyah Rasyid Baswedan Award bagi orang- orang yang berjasa memajukan Sorong. Baik kewat pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, dan lain-lain. Salah satu penerima anugerah ARBA adalah Taufik Alimi, mantan staf PPSK Yogyakarta, yang aktif mengkampanyekan batas ukuran terkecil bagi ikan di perairan Sorong yang boleh ditangkap untuk keperluan konsumsi. Atas jasa Taufik Alimi, Sorong kini memiliki sumber daya ikan berlimpah.

Tidak hanya itu. Tahun 2017, Udin juga merintis berdirinya Rumah Panggung bagi anak jalanan. Lokasi di sekitar Pantai Sorong. Peresmian gedung dilakukan oleh Wakil Gubernur Papua.

Jadi, lewat Orbit, Icmi sebenarnya bisa menebarkan bibit-bibit kebajikan dan pemberdayaan di berbagai pelosok negeri. Untuk kemajuan dan kesejahteraan anak bangsa.



Sumber Ilustrasi Foto:
https://www.edunews.id/wp-content/uploads/2016/11/papua.jpg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *