Berita

Masa Studi, Bersiaplah Menderita




Itu pesan penting yang disampaikan oleh Dr. Suherman (Ketua Departemen Pemuda Icmi DIY) kepada 48 penerima beasiswa Orbit. Terdiri dari 35 mahasiswa berbagai perguruan tinggi dan 13 siswa di berbagai SMA di DIY.

Orang Jawa bilang, ilmu itu laku prihatin. Cara meraihnya ditempuh lewat proses penuh derita, perjuangan dan kesengsaraan. Contoh kecil, peserta didik akan selalu berhadapan dengan tugas yang bertumpuk, baik tugas akademik maupun tugas keorganisasian. Belum lagi tugas-tugas yang dipikul individu di tengah keluarga dan kemasyarakatan. Modal penting untuk menghadapi tugas dan ajtivitas adalah pantang menyerah. Di samping itu, di tengah berbagai keterbatasan yang menghadang, jangan sampai membuat kita “under estimate”, baik terhadap Allah maupun terhadap kemampuan diri sendiri.

Departemen Media Informasi dan Komunikasi berkolaborasi dengan Departemen Pemuda Icmi Diy berpose bersama para penerima Beasiswa Orbit DIYl, Minggu 18 Maret 2018 di Gang Grompol 18, Jl Kaliurang Km 5 Karangwuni Yogyakarta.

Dr. Suherman secara khusus juga memberikan tips dan trik guna meraih sukses belajar hingga jenjang tertinggi. Dari S1, S2, hingga S3 hingga beasiswa pendidikan ke luar negeri. Pertama, terus berusaha untuk meningkatkan score TOEFL. Untuk bisa ke luar negeri, minimal diperlukan score hingga 550. Kedua, rajin mencari informasi lembaga penyedia beasiswa. Jangan terpaku pada satu atau dua sumber. Ketiga, bandingkan nilai atau jumlah beasiswa yang disediakan berbagai lembaga, lalu ambil nilai atau jumlah tertinggi dari beasiswa yang ada. Dalam rangka, memenuhi kebutuhan standar hidup layak. Kalau bisa, ambil sumber yang mampu menopang kehidupan berkeluarga. Malah kalau mungkin, menyisakan saldo untuk ditabung.




Ketika berlangsung dialog, seorang peserta mahasiswa dari UIN (Dewi), menanyakan apa yang harus dilakukan ketika ada pilihan mengikuti KKN di daerah Indonesia perbatasan dengan luar negeri, Suherman menyarankan agar diambil pilihan KKN ke luar negeri. Pertimbangannya, pengalaman internasional seseorang akan bernilai sangat tinggi bagi curiculum vitae yang dimilikinya.

Laku ketika peserta dari UAD menanyakan perihal pilihan antara pengabdian pada masyarakat dan kesempatan studi ke S2 pasca lulus S1, Suherman menyarankan agar mengambil kesempatan je S2 dan S3. Dengan alasan, semakin banyak bekal seseorang, maka kontribusinya pada masyarakat juga akan semakin besar.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *