Berita

Silaturahmi ICMI DIY dengan Bupati Kulonprogo

Silaturahmi 5 Okt 2018
ICMI DIY – Bupati Kulon Progo
Di Ruang Menoreh
Kantor Bupati Kulon Progo
Pukul: 09.00-10.30

Peserta ICMI DIY
–Herry Zudianto
–Achmad Charis Zubair
–Emy Edi Suandi
–Afifah
–Ary Nur Prabowo
–Khoirul Wafa
–Andri JP Makuntoro
–Paryanto
–Wahyudi

Pemkab KP:
–Bupati Kulon Progo
–Kepala Bapeda
–Kepala Disdikpora
–Asek Kesra

Point-Point Pembicaraan

1. Kulon Progo sedang mengalami booming pembangunan daerah. Khususnya melalui pembangunan bandara NYIA. ICMI DIY berharap agar dalam pembangunan dan pengelolaan bandara NYIA ini, masyarakat Kulon Progo bisa menjadi tuan rumah di daerahnya. Bukan hanya menjadi penonton. Terkait dengan hal inilah, maka ICMI DIY berkomitmen untuk membantu warga Kulon Progo agar bisa menjadi penikmat kue terbesar. Melalui sebuah riset yang relevan dengan proses pemberdayaan dan peningkatan kemandirian warga.

2. Sebelum pembangunan NYIA bergulir, sebenarnya Pemkab Kulon Progo sedang gencar melakukan program pemberdayaan. Program Bela-Beli Kulon Progo misalnya, yang digulirkan mulai sekitar tahun 2013, secara intensif menanamkan semangat beli produk Kulon Progo. Dari gerakan Bela Beli inilah, maka muncul produk Airku, Berasku, Betonku, batik Geblek Renteng, Tomira, kopi StarProg, program Bedah Rumah, Teh Menoreh, dan lain-lain.

3. Perputaran dana yang ada dalam program Airku, Berasku, Betonku, Bedah Rumah, batik Geblek Renteng, dan sejenisnya, membuat warga atau masyarakat Kulon Progo makin mengalami peningkatan kesejahteraan dan kemandirian. Oleh karena itu, proses pembangunan dan pengelolaan bandara NYIA diharapkan agar nantinya juga bisa memberikan manfaat terbesar bagi warganya. Sehingga, capital memberikan kesejahteraan bagi proletar. Melalui instrumen koperasi. StarProg (mitra Starbuck), Tomira (mitra minimarket) dan sejenisnya, direncanakan bisa menjadi simbiosis antara capital dengan kesejahteraan warga. Berhenti mengkritik, lakukan langkah nyata. Optimalkan peran koperasi untuk memediasi kepentingan capital dengan ekonomi warga.

4. Di samping peduli dengan kesejahteraan warga melalui program Bela-Beli, Pemkab Kulon Progo juga peduli dengan investasi SDM melalui pendidikan karakter. Lewat pendidikan karakter yang dinamakan Pendidikan Kemataraman, Pemkab Kulon Progo sedang mendisain generasi muda Kulon Progo agar memiliki ketrampilan, sekaligus juga karakter. Peserta didik dari tingkat PAUD, SD hingga SMP setiap pagi dibiasakan untuk berbaris, hormati guru, menyanyikan lagu kebangsaan, serta berdoa. Lalu siang harinya, di samping berdoa, para peserta didik juga dibiasakan untuk hormat bendera. Kebiasaan pagi dan siang hari ini memiliki dua fungsi. Pertama, penguatan character building. Kedua, menangkal terorisme. Karena, pada satu sisi, menanamkan cinta terhadap negeri, disiplin, kebiasaan antri, dan hormat kepada pendidik. Pada sisi lain, juga menangkal terorisme secara lebih dini. Tak mungkin teroris mau hormat pada bendera merah putih. Jika murid tidak mau hormat bendera, diperkirakan bibit radikalisme ada dalam dirinya. Pendidikan Kemataraman di Kulon Progo juga menjadi wadah bagi penyaluran dan penyerapan Danais yang berjangka menengah dan panjang

5. Batik Geblek Renteng Kulon Progo didukung regulasi strategis. Anak sekolah dan Aparat Sipil Negara diwajibkan untuk menggunakan Batik Geblek Renteng sebagai seragam. Kebijakan ini menggerakjan pemgrajin batik di Lendah dan sekitarnya untuk memproduksi sekitar 80.000 lembar per tahun. Kemudian juga melipatgandakan jumlah pengrajin batik Kulon Progo yang semula sekitar 200-an orang, kini jadi ribuan.

6. Pemkab Kulon Progo kini juga sedang terus mencari upaya untuk mengurangi belanja warga yang amat tinggi terhadap rokok dan pulsa. Dua sektor ini menyerap rupiah warga dalam jumlah tinggi keluar daerah. Pada ranah inilah ICMI DIY diharapkan juga bisa berperan untuk melepas ketergantungan warga terhadap rokok. Caranya? Mendirikan biro konsultasi atau poliklinik untuk memberikan treatmen bagi warga yang ingin berhenti merokok. Juga belanja otomotif yang berpotensi menjebak warga dalam hutang. Perlu dicarikan treatmen yang tepat agar belanja otomotif ini bisa berorientasi produktif, bukan sebagai gaya hidup.

7. Bapeda dan Dinas Dikpora Kulon Progo siap memfasilitasi kegiatan riset ICMI DIY. Output yang diharapkan dari riset ICMI DIY adalah agar bisa membantu proses akselerasi kemandirian dan pemberdayaan warga. Bukan malah terasing dari proses pembangunan daerah, khususnya dalam pengelolaan NYIA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *