Achmad Charris Zubair Kolom

HOAX DI PERANG BARATHAYUDA

Oleh: Achmad Charris Zubair

Dalam perang Barathayuda satu kali Drona menjadi panglima perang Kurawa. Sebagai panglima perang ia mampu mengobrak abrik pertahanan balatentara Pandawa.

Kresna kawatir kalau Drona terus memimpin pasukan Kurawa. Pasti tak akan lama kubu Pandawa akan remuk redam. Kresna tahu kekuatan dan sekaligus kelemahannya, ia terlalu menyayangi anak laki2nya yang bernama Aswathama. Arjuna diminta untuk mengabarkan kabar hoax ke Drona tentang gugurnya Aswathama. Arjuna menolak, sebab sekalipun dalam posisi musuh, Drona adalah guru yang amat dihormatinya.

Akhirnya Bima diperintahkan untuk membunuh gajah perang yang bernama Swatama yang namanya mirip Aswatama. Ketika gajah itu terbunuh oleh gada Bima, pasukan Pandawa berteriak teriak bahwa Swatama telah mati dibunuh Bima. Sayup terdengar di kubu kurawa bahwa Aswathama gugur ditangan Bima. Drona tentu saja mendengar kabar itu.

Ia putuskan bertanya pada salahsatu muridnya yang dikenalnya tidak pernah berbohong, Yudhistira. Drona bertanya: “Yudhistira benarkah kabar bahwa Aswathama telah gugur di Kurusetra oleh gada adikmu Bima?” Yudisthirapun menjawab dengan lirih: “Ya benar guruku Drona, Swatama telah mati ditangan Bima”. Yudhistira tidak berbohong, ia hanya bicara lirih, oleh telinga Drona yang sedang galau sebagai membenarkan berita bahwa Aswathama putra kinasihnya telah gugur.

Kesedihan dan kepedihan hati Drona begitu memuncak. Anak kinasihnya telah gugur yang membuatnya kehilangan semangat juangnya. Ia tanggalkan baju kebesarannya sebagai panglima perang. Ia berganti baju kebegawanan yang telah lama ia tanggalkan.

Drona dengan baju begawan tertunduk lesu ditengah padang Kurusetra. Air mata kesedihan mengalir membasahi pipinya. Ditengah puncak duka, Drestajumena membawa pedang dan memenggal leher begawan itu.

Ternyata dalam episode Mahabaratha, pihak yang distigmakan “benar”pun yakni Pandawa, menggunakan hoax untuk strategi memenangkan perang. Persoalannya kalau dianalogikan situasi kekinian. Siapa yang memerankan Kresna, siapa Bima, siapa Arjuna, siapa Drona, siapa Yudhistira dan siapa Aswathama dan jangan lupa siapa Swatama?

Ini bahasan etika perang dan kompetisi yang mungkin perlu perenungan yang amat mendalam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *