Berita

Pertemuan ICMI DIY 20 Desember 2018

Pertemuan ICMI
20 Des 2018
16.30-18.00
Graha Dyah Suminar

Peserta: Achmad Charis Zubair, Bambang Cipto, Nandang Sutrisno, Ary Nur Prabowo, Andri Makuntoro, Wahyudi

Point-point Pembicaraan:

1. Refleksi Akhir Tahun ICMI DIY akan digelar pada sekitar Jumat 28 Des 2018. Jam dan tempat pelaksanaan kegiatan akan segera dipastikan (menyusul). Sebelum berlangsung kegiatan Refleksi, diperlukan meeting pendahuluan pada Rabu 26 Des 2018, untuk menyamakan persepsi dan point-point yang perlu menjadi fokus bahasan. Untuk nantinya akan dijadikan sebagai konsumsi media.

2. Tema Refleksi akan menyoroti kiprah cendekiawan. Mencoba mengembalikan peran dan fungsi cendekiawan di tengah masyarakat. Formula yang coba dipilih adalah Membangun Integritas Cendekiawan. Bagaimana aksi cendekiawan yang tepat, baik berada di luar maupun di dalam lingkaran kekuasaan.

3. Ada kecenderungan yang kurang sehat di tengah masyarakat. Jika melakukan kritik terhadap kontestan 01, dianggap sebagai bagian kelompok pro 02. Dan jika ada orang melakukan kritik terhadap kontestan 02, dianggap sebagai bagian dari 01. Iklim ini sungguh tidak menguntungkan. Cendekiawan perlu hadir untuk meluruskan agar tercipta Sistem Demokrasi yang Sehat. Demokrasi yang menghargai mekanisme kritik, koreksi, kroscek, untuk kepentingan bersama.

4. Demokrasi yang berjalan di tengah masyarakat kita masih sangat bersifat kuantitatif. Klaim jutaan jumlah peserta Aksi 212, menunjukkan trend demokrasi kuantitatif. Pada hal, banyak hal penting dan besar di negeri ini yang diputuskan lewat pendekatan argumentatif, bukan kuantitatif. Contoh, para founding fathers menetapkan bahasa nasional kita lewat pendekatan argumentatif, bukan kuantitatif. Sehingga dipilih bahasa Indonesia (berbasis Melayu), sebaga bahasa negara, bukan bahasa Jawa. Bentuk negara kita, semula ada tawaran bentuk federasi, kerajaan, atau kesatuan. Putusan menjadi kesatuan dilakukan dengan pendekatan argumentatif, bukan kuantitatif. Demokrasi substantif – argumentatif perlu diberi ruang, di samping demokrasi prosedural – kuantitatif.

Comment here