Berita

Pertemuan ICMI DIY – FK UII

Pertemuan ICMI DIY – FK UII
21 Des 2018
Lantai 2 FK UII

Peserta: Bambang Cipto, Syamsul Hadi, Andri Makuntoro, Dr. Widodo, Dekanat FK UII, Dr. Sunarto

Point-point Pertemuan:

1. FK UII berencana mengadakan Seminar tenrang pelayanan BPJS, dalam rangka Milad UII dan menempatkan FK UII sebagai leading sector penyelenggaraan kegiatan. Target waktu kegiatan sekitar pertengahan Februari hingfa Maret 2019.

2. Banyak keprihatinan yang mewarnai pelayanan BPJS kepada warga masyarakat. Dari diskriminasi pelayanan BPJS, khususnya bagi kalangan tak mampu, kemudian besarnya tunggakan hutang BPJS pada rumah sakit, senjangnya kesejahteraan karyawan PT Askes dengan dokter, lemahnya data base peserta BPJS, dan lain-lain.

3. Lembaga BPJS ( JKN) sebenarnya merupakan amanat Undang-Undang yang bertujuan mulia. Memberi jawaban terhadap kebutuhan dasar, hak kesehatan bagi seluruh warga negara. Hanya sayang, tujuan mulia ini tidak disertai dengan pengelolaan yang baik. Status lembaga yang sebenarnya langsung berada di bawah Presiden, bukan di bawah suatu kementrian, membuat BPJS sebenarnya powerfull. Hanya saja, hal ini tidak sinkron dengan persepsi berbagai stakeholder yang terlibat di dalamnya. Juga, belum nyambung dengan sistem dan manajemen yang diterapkan di dalamnya.

4. Seminar BPJS direncanakan untuk mengangkat beberapa tema pilihan. a. Menjadikan BPJS Sebagai Garda Terdepan Pelayanan Kesehatan b. BPJS, Untuk Apa dan Siapa? c. Sudahkan BPJS Mensejahterakan Masyarakat? d. Mengurai Benang Kusut BPJS

5. Peserta pertemuan sempat berdiskusi panjang seputar pendekatan terhadap tema. Akan menggunakan tema bernuansa optimistik, pesimistik, atau yang lain. Dua-duanya akan berkonsekuensi. Jika pendekatan terlalu optimistik, bisa mendatangkan stigma penyelenggara seminar seolah bagian dari kontestan 01. Jika terlalu pesimistik, bisa menjebak penyelenggara seminar seolah berkorelasi dengan kontestan 02. Maka disepakati, tema seminar bernuansa netral.

6. Model partnership antara ICMI DIY dan FK UII perlu diperjelas. Sharingnya seperti apa. Karena partnership biasanya dipahami sebagai berbagi beban bersama. Untuk itu, ICMI DIY perlu segera konsolidasi. Model sharing seperti apa yang nantinya akan diaplikasikan dengan FK UII.

7. Mengingat penyelenggara seminar adalah partnership anrara FK UII dan ICMI DIY, maka perlu ditegaskan juga, nilai-nilai dan norma Islam seperti apa tang akan diperjuangkan untuk mewarnai kegiatan di dalamnya. Tidak hanya perspektif kesehatan semata. Tidak hanya perspektif manajemen pelayanan an sich.

8. Supaya melahirkan sebuah gerakan lebih kuat, maka kegiatan tidak hanya berupa seminar. Melainkan ada lokakarya di dalamnya. Melibatkan para pengelola rumah sakit, tenaga medis, asuransi9. takaful, komunitas relawan seperti BSMI DIY, poliklinik, dan lain-lain.

9. Peserta pertemuan juga sepakat, akan menghindarkan isu JKN arau BPJS sebagai alat politik. BPJS sebenarnya buah perjuangan panjang lintas rezim. Sudah dirintis sejak 1999. Bukan produk dari rezim tertentu. Oleh karena itu, sejarah BPJS perlu menjadi bagian penting dalam paparan.

10. Perlukah para narasumber menyiapkan paper khusus? Jika hal ini bisa dilakukan, nilai akademik seminar akan lebih terangkat. Di samping itu, juga akan menjadi point khusus bagi para narasumber yang dihadirkan.

11. Di antara narasumber yang perlu memberikan paparannya adalah: prof. Dr. Ali Ghufron Mukti dan Dr. Sunarto (FK UII). Selebihnya, masih bisa dikembangkan sesuai dengan urgensi isu bahasan dan kebutuhan.

Comment here